Asyiknya Australia

Asyiknya Australia

Maret 2008 – Juni 2010 adalah waktu yang saya perlukan untuk menyelesaikan program double Master Degree in Arts di Australia.

Banyak ups & downs yang saya alami selama saya belajar di Deakin University dan saya bersyukur karena mampu menyelesaikan study Master Degree secara on time dan tidak ada satu pelajaran yang fail. Yang pastinya, karena saya enjoy menjalani hidup saya sebagai student dengan cepat beradaptasi di lingkungan yang baru dan tentunya karena anugerah Tuhan juga saya dapat belajar dan berkembang di Australia.

heheheSelain catch-up dengan pelajaran dan mengerjakan assignments yang menjadi prioritas, saya juga aktif di lingkungan kampus dan di luar kampus seperti sports, kerja volunteer & part-time dan jalan-jalan ke berbagai tourist spots. Mungkin malah kebanyakkan jalan-jalan dan part-time nya sehingga hampir setiap orang mengenali saya di lingkungan kampus. :p

Untuk di lingkungan kampus, moment yang saya kenang adalah saat kerja volunteer menjadi Deakin University peer support leader saat semester 2 yang akhirnya banyak mendapat teman-teman mancanegara karena saat itu tugasnya adalah me-welcome new students mulai dari penjemputan di bandara, mengantar ke tempat tinggal, orientation day hingga campus tour dan Melbourne city tour dengan tujuan new students merasa ‘diterima’ dan langsung mengenal para seniornya dengan baik. Saya melakukan volunteer tersebut karena ada rasa kebanggaan tersendiri untuk menolong orang ditambah dengan jiwa petualang saya yang suka mencoba hal baru plus salah satu hobi saya yaitu travelling.

Friends

Di samping itu, saya juga sign-up Christian Campus Movement (CCM) club dimana kita selalu mengadakan pertemuan dan berdoa bersama-sama di setiap Kamis / Jumat sore, Deakin Taekwondo Club dengan latihan setiap Senin sore dan Deakin Futsal Club yang mempunyai latihan reguler setiap hari Sabtu pagi. Tentunya saya juga ikut berbagai kompetisi, dimana tim saya pernah menjuarai turnamen Deakin YMCA Men Indoor Soccer dan Box Hill Indoor Soccer.

Untuk lingkaran teman-teman, saya berusaha semaksimal mungkin untuk lebih banyak berkawan dengan international students dari negara lain seperti Korea, Japan, China, Singapore, India, Colombia, Thailand, Vietnam dan lainnya karena saya ingin belajar mengenal culture dan bahasa mereka dan amat sangat disayangkan apabila sudah pergi jauh ke luar negeri, namun masih berkawan dengan teman-teman asal negara sendiri. Untuk soal bahasa, saya sendiri memang naturally tertarik untuk mempelajari walaupun saya hanya bisa mengerti 1-2 kalimat-kalimat simple saja.

Belajar bahasa ini menjadi menarik karena pada ujung-ujungnya, kita saling bantu yaitu saya membantu untuk mengajarkan English kepada teman-teman dari non English-speaking countries and in return, mereka mengajarkan bahasa nasional mereka ke saya – namun yang simple saja. Kesempatan networking ini juga ditambah dengan kebetulan bahwa untuk program study Master in Arts yang saya enrol, jumlah students asal Indonesia tidak banyak karena students asal Indonesia kebanyakkan enrol Business course.

Di waktu senggang yang lain, saya juga menyempatkan diri mengunjungi beberapa festival tahunan yang diselenggarakan city council of Melbourne di Melbourne CBD seperti Muumba festival setiap bulan Maret dan Melbourne Showground setiap bulan Oktober dan berbagai cultural exhibition dalam waktu tertentu seperti Greece Night, Thai Food Festival, Indonesian Night, Japanese Festival dan masih banyak lainnya. Tidak lupa juga untuk mengunjungi tourist spots seperti Tulip Farm, Dockland, Mount Dandenong, Mount Buller, Melbourne Old Gaol, Healesville Sanctuary, Puffing Billy. Saat saya datang ke cultural exhibition, saya belajar mengenal suku bangsa lain, kebudayaan sebuah negara, tata cara dan pakaian adat yang diterapkan, kepercayaan yang dianut negara tersebut sehingga membuat saya aware bagaimana harus bersikap dan bertutur kata. Saat saya datang ke festival dan tourist spots, saya mempelajari sejarah dan perkembangannya mengenai tempat tersebut.

Tidak bisa dipungkiri juga bahwa wisata kuliner menjadi bagian perjalanan hidup saya di Melbourne. Tentunya wisata kuliner di Melbourne adalah menjelajahi restoran-restoran negara lain seperti restoran Korea yang terkenal dengan Korean BBQ, restoran Japan dengan sushi dan bento box, restoran Turkey dengan Kebab, restoran Italia dengan pizza dan pastanya, restoran Chinese dengan yong tau fu dan fried rice dan restoran negara lainnya. Salah satu restoran favorit saya dan saya kangeni hingga saat ini adalah restoran Korea di Hawthorn bernama Kimchi Lunchbox karena dengan AUD 10 kita bisa mendapatkan paket Korean BBQ dengan porsi besar dan restoran Italia bernama Sofia karena dengan harga yang cukup affordable, kita bisa mendapat paket pizza dan salad dengan porsi besar.

Pada tahun pertama saya di Melbourne, saya tidak pulang Indonesia dan menghabiskan Christmas dan Old&New di Melbourne CBD karena saya memang ingin melihat suasana Christmas & New Year disana. Liburan semester break, saya gunakan untuk berjalan-jalan ke tourist spots lainnya yang belum pernah sembari mencari part-time work (karena part-time work itu dapatnya gampang-gampang susah) dan pada saat countdown tahun baru, city council of Melbourne mengadakan outdoor party di Dockland dengan dress code putih dan kebetulan saat itu hujan deras mengguyur Dockland sehingga menambah seru suasana party dan countdown.

Futsal team

Untuk sport, karena saya gemar soccer dan Juventus FC adalah tim favourite saya secara ‘official’, Melbourne Victory adalah klub sepakbola lokal yang saya dukung secara saya physically berada di Melbourne dan saya pernah pergi ke Telstra Stadium untuk menyaksikan Juventus menghantam Melbourne Victory 4-1

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena dapat menyelesaikan study Master Degree saya dengan baik walaupun harapan saya untuk mendapatkan Australian Permanent Residence dan berkarir di Australia tidak menjadi kenyataan. Namun, waktu-waktu yang saya lalui selama belajar merupakan suatu pengalaman berharga yang menjadikan saya untuk terus maju dan bertumbuh.

Saya berpendapat bahwa jika memang sudah niat untuk belajar di luar negeri dan menjadi seorang international student, haruslah mempunyai jiwa muda yang senang berpetualang, mempunyai time-management yang cermat, cepat beradaptasi dan mampu belajar mengenai hal-hal baru. I believe that I posses those attribute.