Dila Maghrifani, Sheffield Hallam University

SHU Indonesian student Dila

Dila Maghrifani, dari Yogyakarta

Belajar MSc International Business Management di Sheffield Hallam University

Presiden di Sheffield Hallam Indonesian Society

Mengapa kamu memilih untuk belajar di UK?
Bagi saya, Inggris adalah negara yang sangat menghargai pendidikan. Saya ingat ketika saya kecil, saya berlibur ke Inggris dan mengunjungi berbagai museum di London seperti British Museum. Saya sangat takjub bagaimana negara ini menjaga dan mendokumentasi sejarah dari bertahun tahun yang lalu. Saya juga berkesempatan untuk ikut dengan bapak ke British Library. Dan sekali lagi saya takjub, tidak ada tempat yang nyaman untuk belajar daripada di perpustakaan di Inggris, sangat mewah, nyaman dan lengkap. Bahkan saya menemukan buku tentang negara Indonesia di perpustakaan. Semenjak saat itu saya bertekad untuk bisa bersekolah di negara ini.

Apa yang paling kamu suka dari sekolah?
Dengan sekolah, saya mengetahui banyak hal, bertemu banyak orang, dan sadar betapa dunia sangat besar. Mendengar kisah dari murid yang lain, membaca buku yang telah di tulis oleh sang ahli, dan menikmati kegiatan ekstrakurikuler adalah sebuah kebahagiaan.
Dunia itu sangat besar, waktu itu sangat terbatas, dan manusia sangat kecil dengan sekolah saya bisa memaksimalkan waktu yang terbatas untuk mengeksplore dunia semaksimal yang kaki saya bisa untuk melangkah.

shoot for Sheffield Hallam UniversityApa yang paling kamu suka tentang Sheffield?
Sheffield adalah kota yang nyaman untuk belajar. Kota ini sangat mendukung untuk belajar. Orang-orangnya sangat ramah, lengkap dengan segala makanan dari seluruh dunia dan murah. Letak Sheffield yang di tengah-tengah Inggris pun memudahkan saya untuk mengunjungi kota kota lain.

Apa yang menjadi perbedaan antara Indonesia dan Inggris?
Banyak sekali yang berbeda antara dua negara ini. Iklim, kebudayaan, cara belajar, cara mengerjakan tugas dan cara bergaul. Tetapi semakin banyak perbedaan, saya bisa memahami bahwa mata manusia sangatlah terbatas, jadi jangan pernah menjudge perbedaan yang ada.

Apakah kamu mempunyai kiat-kiat untuk menghemat uang pada waktu belajar di luar negeri?
Sangat mudah melakukan part-time di sini. Di waktu luang saya, saya bekerja. Saya pernah bekerja sebagai Ticketing di pertandingan sepak bola karena saya bekerja dengan G4S (Event Organizer). Pada waktu yang sama pun saya bekerja pula di waiting staff company dengan menjadi pelayan di acara-acara mewah. Bagi waktu adalah kunci utama untuk tetap fokus belajar, mencari tambahan uang, dan bersosialisasi.Saya yakin banyak fasilitas yang disediakan oleh universitas perihal masalah ini. Jadi gunakanlah semaksimal mungkin fasilitas tersebut. Karena saya bisa bekerja pun dari bantuan universitas saya, Sheffield Hallam University. Jangan lupa seringlah memasak sendiri karena memasak sendiri jauh lebih enak dan murah

Apa keuntungan yang kamu dapat setelah mengambil studi di luar negeri?
Keuntungan yang jelas saya rasakan adalah bahasa Inggris, kepercaya dirian yang menigkat, dan rasa toleransi. Saya terbiasa bekerja dengan orang yang jauh berbeda pemikirannya dengan saya dan yang terpenting saya mandiri dan bisa memandang sesuatu hal dengan lebih luas. Satu hal lagi, saya merasa bahwa belajar di luar negeri lebih mengajarkan kita terjun ke dunia nyata daripada membaca sebuah teori dari buku dan disini sangat menentang plagiarism yang mengharuskan saya lebih banyak membaca dan lebih banyak tau.

Saran apa yang akan kamu berikan ke murid Indonesia yang mengambil studi di luar negeri untuk pertama kali?
Jangan pernah takut untuk belajar ke luar negeri. Dengan belajar di luar negeri, kamu telah membuat keputusan yang benar karena hal ini akan kamu lakukan sekali dalam hidupmu tetapi membawa manfaat seumur hidupmu. Manfaat itu tidak hanya ilmu yang didapatkan tetapi juga cara menghadapi berbagai hal dalam hidup di masa depan.

Tonton cerita Dila: