Herlin, University of Warwick

herlin, university of warwick student

Herlin, University of Warwick

Mengapa kamu memilih untuk belajar di UK?
Saya memilih belajar di UK karena sejak mengambil S1 di Program Studi Inggris, Universitas Indonesia, saya menjadi suka dengan kesusasteraan dan kebudayaan Inggris yang unik. Belajar di sana memberi saya kesempatan untuk mempelajari keduanya secara langsung. Saya juga bisa merasakan dinamika kehidupan sehari-hari masyarakatnya yang amat beragam. Pendidikan di Inggris juga masuk kategori terbaik di dunia, baik dari segi pengajaran, fasilitas, maupun lingkungan risetnya.

Apa yang paling kamu suka tentang University of Warwick?
Di Warwick, saya mengambil magister bidang Drama and Theatre in Education Pengajarannya yang kreatif dan inspiratif! Pengajar memberi kebebasan kita untuk mengembangkan ide-ide dan di saat yang bersamaan membantu membimbing kita sampai mampu mencapai yang terbaik. Pengajar memiliki jam kerja yang jelas, sehingga mahasiswa mudah mencari mereka. Jumlah mahasiswa di kelas saya tidak terlalu banyak, jadi pengajar bisa lebih memperhatikan perkembangan mahasiswanya. Masukan untuk tugas diberikan secara detil dengan cara positif dan sangat memotivasi. Selain itu, course leader saya selalu memberi support tidak hanya untuk hal akademis tapi juga well-being mahasiswa yang sangat diperhatikan. Hal inilah yang membuat studi di universitas sekompetitif Warwick tetap menyenangkan.

Berbeda dengan sistem pendidikan tradisional yang kaky, saya tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tapi juga praktik. Kecuali saat ada sesi diskusi, kami sehari-hari belajar di studio teater. Kami bisa punya cukup waktu untuk diskusi dan praktik di kelas dan luar kelas. Beruntung sekali, Warwick bekerja sama dengan banyak institusi, mulai dari institusi sekeliber Royal Shakespeare Company hingga komunitas-komunitas teater lokal, sehingga saya dapat belajar langsung dari para pakar dan praktisi di bidang ini. Kami juga sering mengadakan kunjungan ke sekolah-sekolah di sana untuk membuka wawasan tentang sistem pendidikan di UK.

Warwick memiliki fasilitas penunjang yang lengkap, ada perpustakaan, sport centre, dan tiap kampusnya dilengkapi study space. Universitas ini bahkan punya Warwick Arts Centre sendiri, yang jadi salah satu rumah bagi kegiatan seni di Inggris.

 Apa yang paling kamu suka tentang Coventry?
Banyak yang tidak tahu bahwa Coventry masuk dalam 50 daftar Best Student Cities oleh QS World. Bagi saya, Coventry memang terasa seperti “Kota Pelajar”, karena ada dua universitas besar yang terletak di kota tersebut. Di sini kita bisa bertemu dengan mahasiswa dari berbagai penjuru dunia. Penduduk lokalnya ramah-ramah dan welcome dengan mahasiswa pendatang. Lingkungan yang multikultur ini memudahkan saya untuk berbaur. Saat ada perayaan hari besar seperti Natal, Idul Fitri, atau Chinese New Year, kami mengadakan cultural dinner di rumah kami secara bergantian. It feels homey!

Hal lain yang saya suka, kehidupan di Coventry itu cocok untuk pelajar karena jauh dari keriuhan yang bisa membuat kita gagal fokus sama kuliah. Saat ingin refreshing, kita tinggal jalan-jalan saja di akhir pekan. Akses menuju kota lain mudah karena alat transportasinya bagus dan beragam. Coventry dekat dengan Warwickshire (kota kelahiran Shakespeare), Warwick Castle, Birmingham, London, dan Stratford-upon-Avon yang merupakan pusat kesenian terbesar di Inggris.

 Apakah kamu mempunyai kiat-kiat untuk menghemat uang pada waktu belajar di luar negeri?
Mengatur keuangan sata belajar di luar negeri itu penting banget! Studi S2 saya di Warwick dibiayai oleh beasiswa LPDP. Tapi, dapat beasiswa bukan berarti boleh boros, malah harus lebih bijak. Biasanya, budget untuk keuangan saya bagi dua, yaitu budget tetap yang tidak boleh dikutak-katik, seperti bayar sewa kamar, listrik, air, dan makan sehari-hari. Budget kedua untuk hiburan, misalnya untuk travelling dan belanja Saya dulu tinggal dekat kampus, jadi bisa ke kampus dengan berjalan kaki dan hemat biaya transportasi. Kalaupun harus pakai bus atau kereta, saya pakai kartu khusus pelajar, jadi lebih murah. Yang tidak kalah penting, belajar melakukan pekerjaan rumah seperti masak dan mencuci baju sendiri. Ini bisa menghemat dua sampai tiga kali lipat, loh. Jangan malu untuk belanja ke pasar tradisional karena selain lebih segar juga lebih murah. Kalau mau belanja keperluan rumah di supermarket, bisa bareng sama teman-teman karena barang yang dibeli dalam jumlah besar biasanya dapat potongan harga.

Apa keuntungan yang kamu dapat setelah mengambil studi di luar negeri?
Studi di luar negeri membantu saya dalam mengembangkan potensi diri dan profesionalisme. Pengalaman studi dan tinggal di Inggris menjadi modal saya untuk mengajar di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Hal yang tidak kalah penting adalah memperluas jejaring dengan mahasiswa dari negara lain.

Saran apa yang akan kamu berikan ke murid Indonesia yang mengambil studi di luar negeri untuk pertama kali?
Saran saya, awali dengan mengenali betul minat kita lalu cari kampus yang sesuai. Rajin-rajin cari info di Internet tentang kampus tujuan untuk dapat gambaran tentang apa yang akan dipelajari, siapa pengajarnya, bagaimana fasilitas kampusnya dan kehidupan di sana. Jika sudah pasti, segera lengkapi syarat-syaratnya. Jangan sungkan untuk mengirim email dan bertanya pada pihak kampus. Dari pengalaman saya, mereka responsif dan helpful. Jika biaya menjadi kendala, saat ini sudah banyak beasiswa yang tersedia. Setiap beasiswa punya standar sendiri dan pastinya kompetitif, jadi segala sesuatunya harus kita siapkan dari jauh-jauh hari. Pilih beasiswa yang sesuai dengan tujuan kita. Misalnya, alasan saya mendaftar beasiswa LPDP adalah karena niat saya belajar hingga keluar negeri adalah untuk kembali dan mengabdi di tanah air, yang sejalan dengan visi dan misi beasiswa tersebut.