Selmina, Monash University

Selmina studying at Monash University

Hal-hal yang terbaik tidak akan datang dengan mudah

Selmina Rumawak, Monash University

Ceritakan sedikit tentang dirimu
Halo, nama saya Selmina Rumawak, biasa dipanggil Shelley. Saya berasal dari Indonesia timur, pulau Papua. Saya mendapatkan beasiswa afirmasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada tahun 2014. Perjalanan beasiswa saya merupakan suatu perjalanan yang panjang dan penuh dengan tantangan, namun saya tidak menyerah.  Saya menghabiskan waktu 1 tahun di Jakarta, untuk persiapan keberangkatan yang meliputi persiapan bahasa di ELC Podomoro City, ujian IELTS di IALF Jakarta, program persiapan beasiswa LPDP di Wisma Hijau Depok dan pemeriksaan kesehatan untuk visa Australia di RS Mitra Kemayoran dan RS Persahabatan.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa: “hal-hal yang terbaik tidak akan datang dengan mudah” yang artinya bahwa, butuh kerja keras, ketabahan dan semangat untuk meraih impian kita. Di akhir dari penantian panjang, puji Tuhan, akhirnya saya dapat berangkat pada bulan Oktober 2015 dan tiba di Tullamarine Airport dengan selamat. Di Monash College, saya mengikuti program Monash English bridging selama 15 minggu, sebelum akhirnya, saya mulai berkuliah di Monash University tahun 2016 mempelajari Applied Linguistics, spesialisasi dalam English as an International language (EIL).

Selmina, an Indonesian student at Monash University

Mengapa kamu memilih untuk belajar di Melbourne?
Alasan saya adalah karena jurusan yang ingin saya ambil, hanya ditawarkan oleh Monash University, Melbourne.

Apa kesan pertama kamu ketika tiba di Melbourne?
Kotanya indah, bersih, aman dan nyaman.

Makanan apa saja favoritmu selama belajar di sini?
Saya senang makan buah. Satu hal yang kurang adalah: tidak ada papeda (makanan khas Papua). Saya selalu rindu untuk makan papeda.

Apa yang biasanya bisa dilakukan di waktu senggang kamu atau di akhir pekan?
Akhir pekan adalah waktu santai yang diidamkan setiap mahasiswa. Saya menghabiskan waktu senggang saya dengan berbelanja bahan makanan yang diperlukan untuk 1 minggu mendatang selama kuliah karena saya masak sendiri, dimana saya melakukanya setiap hari Jumat sore. Selain itu, saya beribadah setiap hari Sabat (Sabtu) dan pada hari minggu adalah waktu untuk bersantai di rumah.

Apa tempat favoritmu di Melbourne (aktivitas apa saja yang bisa dilakukan disana)
Yarra River. Saya senang datang kesini waktu liburan untuk refreshing dan bersantai sambil menikmati indahnya sungai Yarra. Saya juga senang menghadiri gereja Advent di Clayton setiap hari Sabat (Sabtu) untuk beribadah bersama sesama umat beragama dari kepulauan Cook, Afrika, Fiji, Papua New Guinea dan ada juga dari Indonesia.

Selmina, an Indonesian student at Monash University

Bagaimana rasanya menjadi seorang pelajar di Monash University?
Saya merasa senang & berterima kasih kepada Tuhan, dimana melalui LPDP, saya dapat berkuliah di Monash University.

Hal apakah yang menjadi tantangan terbesar bagi kamu ketika sampai di Australia?
Penyesuaian dengan budaya, khususnya bahasa Inggris Australia.

Apakah impianmu setelah tamat kuliah?
Saya ingin melanjutkan PhD di program studi yang sama.

Saran apakah yang akan kamu berikan untuk seseorang yang hendak kuliah di Australia?
Ada beberapa saran:

  1. Selesaikanlah studi S1 dengan nilai yang sangat memuaskan.
  2. Berpartisipasilah dalam UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa)
  3. Mantapkan bahasa Inggris anda dengan mengikuti kursus bahasa Inggris
  4. Buatlah paspor
  5. Lamar beasiswa LPDP/AAS
  6. Sabar dan banyak berdoa